August 25, 2017

Sejarah Dilaksanakannya Ibadah Qurban

Sejarah Berkurban

Qurban merupakan salah satu syariat Islam yang sudah ada sejak zaman Nabi Adam. Hal ini diceritakan dalam surat Al-Maidah ayat 27, yang artinya:

“Ceritakan kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut agama yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima qurban dari salah seorang dari meraka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Kemudian ia berkata: “Aku pasti membunuhmu!” Dan berkata Habil: ” Sesungguhnya Allah hanya menerima qurban dari orang-orang yang bertakwa.”

Sejarah Berkurban

Sejarah Berkurban

Namun, qurban yang dilakukan oleh kedua anak Nabi Adam tersebut bukan merupakan landasan disyariatkannya qurban dalam Islam. Landasan ibadah qurban yang kita kenal sekarang berasal dari peristiwa qurban Nabi Ibrahim yang diuji oleh Allah SWT dengan diperintahkan untuk menyembelih putranya sendiri, Nabi Ismail.

Dikisahkan, Nabi Ibrahim tidak memiliki anak hingga masa tuanya. Kemudian, Allah SWT memberikan kabar gembira akan lahirnya seorang anak laki-laki yang sabar lagi lemah lembut dari istri keduanya, Hajar.

Setelah kelahiran Nabi Ismail AS, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk mengadakan perjalanan bersama keduanya. Sesampainya mereka di sebuah lembah yang sangat tandus, gersang, dan tidak ada sebatang pohon pun yang tumbuh, Allah kemudian menguji Nabi Ibrahim dengan memerintahkannya untuk pergi meninggalkan Hajar dan Ismail di tempat tersebut.

Dalam suatu riwayat, diceritakan bahwa Hajar bertanya kepada Nabi Ibrahim perihal ditinggalkannya ia dan anaknya di lembah tersebut sampai 3 kali. Ketika Hajar bertanya untuk yang pertama dan yang kedua, Nabi Ibrahim yang sebenarnya tidak tega untuk meninggalkan keduanya tidak sanggup untuk menjawab dan langsung beranjak pergi.

Setelah beberapa langkah Nabi Ibrahim berjalan, Hajar kembali bertanya untuk yang ketiga kalinya. Hajar berkata, “Wahai suamiku, apakah Allah yang menyuruhmu melakukan ini?” Nabi Ibrahim pun menjawab, “Benar, ini adalah perintah Allah”. Kemudian Hajar menjawab dengan tegas dan tanpa keraguan sedikitpun, “Kalau memang ini perintah Allah, maka pergilah. Allah tidak akan mengecewakan kami.”

Setelah ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim, Hajar dan Ismail tinggal di lembah gersang tersebut dengan perbekalan seadanya. Ketika air dan roti yang dibawa telah habis, Hajar kemudian berusaha mencari air untuk putranya yang kehausan dengan berlari-lari kecil di antara Bukit Safa dan Bukit Marwah sampai 7 kali. Perjuangan Hajar inilah yang kemudian diabadikan dalam prosesi sai saat ibadah haji dan umrah.

Karena tidak mendapatkan air, Hajar pun kembali kepada putranya. Kemudian, atas izin Allah SWT, tiba-tiba keluarlah sebuah mata air dari hentakan kaki Nabi Ismail di atas tanah. Mata air inilah yang kemudian kita kenal sebagai sumur Zam-Zam.

Dari mata air tersebut, Hajar dan Ismail memperoleh sumber kehidupan. Lembah yang pada mulanya tandus dan gersang pun pada akhirnya mempunyai persediaan air yang berlimpah. Tak lama kemudian, mulailah berdatangan orang-orang dari berbagai pelosok negeri untuk membeli air dan memulai peradaban di tempat yang kelak akan menjadi Kota Makkah tersebut.

Setelah 13 tahun berlalu, kembalilah Nabi Ibrahim untuk menemui Hajar dan Ismail. Kemudian, Allah memberikan ujian lagi kepadanya melalui sebuah mimpi untuk menyembelih Ismail. Kisah ini diceritakan dalam surat Ash-Shafaat ayat 102, yang artinya:

“Ibrahim berkata: ‘Hai anakku, sesungguhnya aku melihat di dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah, apa pendapatmu?’ Kemudian Ismail menjawab: ‘Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Isyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.’” (QS Ash-Shafaat: 102)

Singkat cerita, Nabi Ibrahim membawa putranya ke tempat yang bernama Jabal Qurban, sekitar 200 meter dari tempat tinggal Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ketika Nabi Ibrahim sudah bersiap-siap akan menyembelih putranya, seketika Allah mengirimkan seekor kambing untuk menggantikannya. Sebagaimana telah diceritakan Allah di dalam Alquran surat Ash-Shafaat ayat 104 – 109, yang artinya:

“Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah meyakini mimpi kamu itu. Sesungguhnya demikianlah, Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar merupakan ujian yang nyata. Dan Kami tebus putra itu dengan seekor (kambing) sembelihan yang besar. Dan Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. Kesejateraan dilimpahkan atas Ibrahim(QS Ash-Shafaat[37]: 104 – 109)

Kisah ini merupakan gambaran cinta yang begitu tulus dan ketaatan seorang hamba yang sangat tinggi kepada Rabbnya. Demi menjalankan perintah dari Allah SWT, Nabi Ibrahim rela menyembelih anaknya sendiri, dan Nabi Ismail pun menunjukkan keteguhan, ketaatan, dan kesabaran dengan membiarkan sang ayah melaksanakan perintah tersebut. Dan dari peristiwa itulah Allah SWT kemudian mensyariatkan umat Islam untuk berkurban setiap Hari Raya Idul Adha, yakni pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah.

Berqurban di Panti Asuhan LKSA Nurul Ihsan

Panti Sosial Nurul Ihsan

Panti Sosial Nurul Ihsan

Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Nurul Ihsan adalah lembaga yang menyelenggarakan pelayanan kesejahteraan sosial untuk seluruh anak Indonesia yang mengalami hambatan dalam memenuhi kebutuhan material, spiritual, dan sosial. Selain bergerak melalui unit layanan sosial panti asuhan, kami juga memiliki sejumlah program tambahan sebagai wujud peran sosial saling tolong menolong. Salah satunya qurban murah Bandung.

Melalui program ini, kami berperan sebagai panitia qurban yang berusaha untuk memudahkan siapa saja untuk menunaikan ibadah tersebut. Para donatur yang ingin berqurban di panti kami bisa membawa sendiri hewan qurbannya. Bagi yang ingin membeli melalui panti asuhan kami, kami juga menerima titipan berupa uang untuk dibelikan hewan qurban. Berikut adalah daftar harga hewan qurban murah Bandung di Panti Asuhan LKSA Nurul Ihsan:

Kelas Harga (Rp)
A (± 20Kg) 1.900.000
B (± 25 Kg) 2.100.000
C (±30 Kg) 2.300.000
D (± 35 Kg) 3.350.000
Super (± 40 Kg) 3.800.000
Istimewa (±50 Kg) 4.500.000,-

Harga qurban murah Bandung tersebut sudah termasuk biaya pengiriman dari pasar hewan, penyembelihan dan pemeliharaan. Untuk info selengkapnya, silahkan menghubungi telepon (022) 6010939 atau nomor kontak WA/Hp 081320053000.

Bookmark and Share
wheels happy
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *