August 25, 2017

Program Qurban dari Panti Asuhan Nurul Ihsan

Program Qurban dari Panti Asuhan LKSA Nurul Ihsan

Menurut bahasa, kata “Qurban” berasal dari bahasa Arab qarraba/yuqarribu/qurbanaan, yang berarti dekat. Sementara, menurut istilah, qurban berarti menyembelih binatang ternak dengan ketentuan dan tata cara tertentu pada hari yang telah ditentukan dalam rangka beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hukum Berqurban

Hukum Qurban

Hukum Qurban

Ada beberapa pendapat di antara para ulama mengenai hukum qurban. Pendapat yang pertama mengatakan wajib bagi umat muslim yang berkelapangan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Huraihah berikut ini, yang artinya:

“Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami.(HR. Ibnu Majah 3123, Al Hakim 7672 dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

Sementara, pendapat yang kedua mengatakan hukum qurban adalah sunah muakkad (sunah yang sangat dianjurkan). Ulama yang mengambil pendapat ini berdalil dari riwayat Abu Mas’ud Al Anshari RA. Beliau mengatakan, “Sesungguhnya aku sedang tidak akan berqurban, padahal aku adalah orang yang berkelapangan. Itu kulakukan karena aku khawatir kalau-kalau tetanggaku mengira qurban itu adalah wajib bagiku.” (HR. Abdur Razzaq dan Baihaqi)

Hikmah dan Keutamaan dari Berqurban

Hikmah dan Keutamaan dari Berqurban

Hikmah dan Keutamaan dari Berqurban

Setiap ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT pasti mengandung hikmah yang baik bagi hambanya. Tidak terkecuali qurban. Berikut adalah beberapa hikmah dan keutamaan dari berqurban.

  1. Qurban merupakan salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah SWT

Qurban merupakan salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah SWT

Qurban merupakan salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah SWT

Qurban merupakan salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah SWT. Dari Aisyah RA, Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

“Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah (sebagai qurban) di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.(HR. Ibn Majah dan Tirmidzi)

  1. Ada kebaikan dari setiap helai bulu hewan qurban
Ada kebaikan dari setiap helai bulu hewan qurban

Ada kebaikan dari setiap helai bulu hewan qurban

Setiap helai dari bulu hewan qurban mengandung kebaikan bagi orang yang melaksanakannya. Sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Zaid ibn Arqam berikut ini, yang artinya:

“Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.(HR. Ahmad dan Ibn Majah)

  1. Sebagai sarana untuk mendapatkan bekal taqwa
Sebagai sarana untuk mendapatkan bekal taqwa

Sebagai sarana untuk mendapatkan bekal taqwa

Setiap manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT dan meyakini adanya hari akhir pasti ingin mengumpulkan sebanyak mungkin amal kebajikan untuk keselamatannya di akhirat kelak. Sama halnya dengan ibaah-ibadah yang lain, berqurban juga merupakan bentuk ketaatan atas perintah Allah SWT yang dapat menambah bekal taqwa kita.

  1. Mengenang kisah ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Mengenang kisah ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Mengenang kisah ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Landasan disyariatkannya berqurban adalah kisah Nabi Ibrahim yang rela mengqurbankan putranya, Ismail, untuk memenuhi perintah dari Allah SWT. Kisah ini Allah SWT menceritakan kisat tersebut di dalam Alquran surat Ash-Shafaat ayat 102 sampai 107, yang artinya:

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS Ash-Shafaat: 102 – 107)

Kisah tersebut merupakan gambaran cinta yang begitu tulus dan ketaatan seorang hamba yang sangat tinggi kepada Rabbnya. Demi menjalankan perintah dari Allah SWT, Nabi Ibrahim rela menyembelih anaknya sendiri. Sementara, Nabi Ismail pun menunjukkan keteguhan, ketaatan, dan kesabaran dengan membiarkan sang ayah melaksanakan perintah tersebut.

  1. Sarana untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT

Sarana untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT

Sarana untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT

Berqurban juga dapat menjadi sarana untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW kepada putrinya Fatimah RA berikut ini, yang artinya:

Ya Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah : Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah SWT, Rabb alam semesta.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Program Qurban dari Panti Asuhan LKSA Nurul Ihsan

Program Qurban dari Panti Asuhan LKSA Nurul Ihsan

Program Qurban dari Panti Asuhan LKSA Nurul Ihsan

Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Nurul Ihsan adalah lembaga yang menyelenggarakan pelayanan kesejahteraan sosial untuk seluruh anak Indonesia yang mengalami hambatan dalam memenuhi kebutuhan material, spiritual, dan sosial. Selain bergerak melalui unit layanan sosial panti asuhan, kami juga memiliki sejumlah program tambahan sebagai wujud peran sosial saling tolong menolong. Salah satunya qurban aqiqah.

Program qurban aqiqah dari Panti Asuhan LKSA Nurul Ihsan ini sebenarnya sudah tidak berjalan selama kurang lebih 6 tahun. Namun, seiring dengan permintaan dari para donator panti asuhan, maka kami berniat untuk mengadakan kembali program tersebut.

Melalui program ini, kami berperan sebagai panitia qurban yang berusaha untuk memudahkan siapa saja dalam menunaikan ibadah qurban. Para donatur yang ingin qurban aqiqah di panti kami bisa membawa sendiri hewan qurbannya atau membeli melalui panti asuhan kami, karena kami juga menerima titipan berupa uang untuk dibelikan hewan qurban. Berikut adalah daftar harga hewan qurban di Panti Asuhan LKSA Nurul Ihsan:

Kelas Harga (Rp)
A (± 20Kg) 1.900.000
B (± 25 Kg) 2.100.000
C (±30 Kg) 2.300.000
D (± 35 Kg) 3.350.000
Super (± 40 Kg) 3.800.000
Istimewa (±50 Kg) 4.500.000,-

Harga tersebut sudah termasuk biaya pengiriman dari pasar hewan, penyembelihan dan pemeliharaan. Untuk info selengkapnya, silahkan menghubungi telepon (022) 6010939 atau nomor kontak WA/Hp 081320053000.

Bookmark and Share
wheels happy
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *